Fresh Mobile Online Notes of Rachdian

Just another Microblog of Rachdian Center at WordPress.com site

Selamat Iedul Adha 1431H

leave a comment »

Setalah sholat ied, sampah-sampah bekas koran dan alas sholat bertebaran

Iedul Adha 1431H - Kebiasaan Buruk Membuang Sampah

Pukul menunjukkan 06:10, saatnya berangkat ke mesjid Al-Muharromah. Keinginan untuk sholat mesjid di mesjid Agung atau paling tidak di mesjid Jl. Wastukencana batal untuk kali ini.

Hanya beberapa saat takbir dan duduk bersila, sholat segera dilangsungkan. Aba-aba sholat tidak begitu terdengar karena sound systemnya yang sedikit bermasalah. Hanya mengikuti dari gerakan orang-sekitar hingga menjelang rakaat kedua sehingga sedikit tertinggal, 2 kali takbir tambahan.

Disaat rakaat kedua, suasana semakin hening, suara lalu lalang kendaraan berkurang. Suara burung2 disekitar serta semilir angin menambah kenikmatan.

Andaikan bisa sholat Ied jauh dari kebisingan lalulintas kendaraan dan perumahan, dekat dengan alam seperti di tepi pantai dengan deburan ombak, ditengah pesawahan atau ditengah lapang yang dekat dengan alam.

Membayangkan kenikmatan sholat sambil mendengar gemiricik air saja terasa nikmat, apalagi jika bisa menerapkan sholat ala Abu Sangkan setiap saat… Ah… Bukan waktunya menerawang… Setiap saat sholat harus bisa ikhlas toh? Terasa sulit, belum sampai kesana mungkin levelnya orang seperti saya… Gangguan sedikit saja membuat pikiran berloncatan kesana-kemari…

Wassalamu alaikum wr wb, tengok kanan lalu kiri. Sholat ied telah usai. Dari arah jalan masih ada beberapa orang dan keluarga yang baru datang, terlambat untuk sholat. Tapi semoga masih bisa mendengarkan ceramahnya…

Persis pukul 06.30, penceramah sekaligus Imam Sholat adalah Bp. Dr. Taufiqurrahman yang mengambil tema Berkurban untuk mengokohkan jiwa ketauhidan naik mimbar.

Materi ceramah yang sama normatifnya dengan tema yang diusung. Beberapa cuplikan diantaranya adalah…

Bagaimana beratnya perjuangan orang naik haji jaman dahulu yang menggunakan kapal, memakan waktu berbulan-bulan dst2nya.

Normatif…

Berqurban akan menambah jiwa ketauhidan kita, hanyalah ketaqwaan kitalah yang akan diterima Allah swt. Daging dan darah hewan tidak akan sampai tetapi ketakwaan itulah yang akan sampai kehadapan Allah swt.

Tetap normatif…

Musibah2 dan bencana alam yang terjadi merupakan peringatan bagi kita semua diluar kekuatan kita agar kita bisa dapat introspeksi diri. Agar ammar ma’ruf nahi munkar.

Masih normatif…

Para kaum munafik yang diberitahu atau tidak mereka akan tetap sama saja…

Dan seterusnya… Seterusnya…

Saat yang ditunggu tiba, doa bersama. Doa yang jauh lebih didengar oleh Yang Maha Kuasa dibanding sendiri2.

Pukul 07:00 tepat, ceramah juga usai. Tepat waktu!

So apa kesimpulan yang dapat diambil dari khutbah (yang IMHO normatif bagi seorang seperti saya) itu?

Hmmm perilaku yang paling nyata dan dapat dilihat langsung adalah…

Menghargai ketepatan waktu dari mulai sholat, ceramah hingga selesai. Top dan patut dicontoh! Tidak perlu harus menunggu jamaah ramai apalagi menunggu pejabat datang.

Disisi lain, sampah2 bekas koran untuk alas sajadah/sholat tetap saja berserakan dihampir seluruh lapangan yang digunakan. Lalu, bagaimana bisa bersahabat dan dekat dengan alam?

Lha? Apa ada hubungannya antara khutbah dan kesimpulan saya gak ya? Silahkan dihubungkan dan ditarik benang merahnya. Kalau ada yowis, gakda juga gpp. Btw, ini bukan dari pikiran saya yang sedang melanglangbuana lho ya hahaha… Drpada sholat ied hanya sebagai formalitas dan kegiatan rutin muslim kebanyakan… Lho tambah ngerembet kemana-mana dan makin gak nyambungnih ya… Ah lebih udahan aja nulisnya deh hehehe…

Akhirnya saya dan keluarga mengucapkan “Selamat Hari Raya Iedul Adha 1431H, Selamat berKurban, Yakinlah semua amal ibadah kita diberikan Berkah oleh Allah swt serta dosa-dosa kita senantiasa diampuni Allah SWT”

[Posted by @dH1 with WordPress for BlackBerry]

Written by Adhi Rachdian

17 November 2010 pada 10:07

Ditulis dalam Minutes of Living

Tagged with , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: