Fresh Mobile Online Notes of Rachdian

Just another Microblog of Rachdian Center at WordPress.com site

Seputar Penggunaan Alat e-vote BPPT dan IAITB–ITB

leave a comment »

Q: Pertanyaan
B: BPPT
I: IAITB-ITB

Sumber: BPPT dan ITB

1). Q: Apa azas yg mendasari pembuatan aplikasi e-vote ini ?
B: Aplikasi ini dibuat berdasarkan 6 Azas Pemilu yaitu LUBER dan JURDIL, (1)Langsung, (2)Umum, (3)Bebas dan (4)Rahasia, (5)Jujur dan (6)Adil
I: Idem

2). Q: Bagaimana penggunaan e-vote ini ?
B: Penggunaan mengikuti 4 langkah yaitu (1) registrasi (2) pilih (3) Ambil kertas printing (4) masukan kedalam kotak
I: Idem

3). Q: Apakah aplikasi ini siap untuk diaudit ?
B: Aplikasi ini dibuat dengan standar-standar IT yang berlaku jadi siap untuk diaudit termasuk sampai melihat flow-chart dan source codenya
I: Idem

4). Q: Bagaimana mengatasi terhadap serangan virus
B: Dalam pelaksanaan pc yang akan dipakai tidak akan terkoneksi ke network (terisolasi dari network) sehingga tidak dimungkinkan untuk virus dapat menyerang
I: Tidak perlu ada kekhawatiran dengan virus karena sistem ini berbasis embedded system dimana program tersimpan di EEPROM yang tidak bisa diubah.

5). Q: Apa yang terjadi pada aplikasi apabila listrik mati.
B: Pada saat pelaksanaan akan mengunakan UPS sehingga apabila listrik mati perangkat tidak akan mati
I: Sistem ini menggunakan daya listrik yang sangat rendah bahkan bisa dioperasikan dengan sebuah batere biasa. Apalagi jika dilengkapi dengan UPS, sistem ini akan semakin reliable. Jadi tidak ada kekhawatiran mengenai isu ini.

6). Q: Apabila komputer hang pada saat pemilihan apa yang akan terjadi ?
B: Aplikasi akan meneruskan perhitungan program dan apabila komputer tidak bisa diperbaiki maka dapat dihitung secara manual melalui kotak suara.
I: Kalau pada PC dikenal istilah hang, dalam sistem EMBEDDED tidak dikenal istilah hang. Kalaupun pasokan listrik terhenti dan dilakukan reset pada alat (kemungkinan yang sangat kecil terjadi, data yang tersimpan tetap akan sangat aman). Kalaupun dikombinasikan dengan penghitungan manual maka akan lebih meyakinkan lagi. Jadi tidak ada kekhawatiran mengenai isu ini.

7). Q: Perangkat keras apa saja yang diperlukan oleh aplikasi ini ?
B: Perangkat keras yang diperlukan Komputer dengan monitor tauch screen serta printer pos. Perkiraan biaya PC dgn Monitor 5 jt dan printer pos 2 jt.
I. Sistem ini merupakan kesatuan sistem yang terintegrasi antara piranti lunak dan keras. Perkiraan biaya perunit hanya sekitar Rp. 5.000.000,-. Kebutuhan UPS yang cukup mahalpun bisa saja ditiadakan. Jika diinginkan tampilan yang lebih bergaya dengan menggunakan touch screen, hal tersebut juga sangat memungkinkan.

8). Q: Aplikasi ini sudah dicoba dimana saja
B: Untuk digunakan pada pemilihan ketua koperasi di BPPT sedangkan secara simulasi sudah dicoba di Pasuruan, Pandeglang, Aceh dan Gorontalo
I: Simulasi sacara real belum pernah dilakukan karena sistem ini baru dibuat atas prakarsa dan dorongan untuk menghasilkan karya sebagai sumbangan dari IA-ITB dan peran serta nyata alumni muda.

9). Q: Berapa kapasitas dari aplikasi ini ?
B: Kapasitas aplikasi ini tidak terbatas hanya dibatasi oleh waktu pemilih, jika waktu satu orang pemilih adalah 20 detik maka dalam satu jam 180 orang sehingga dalam 5 jam bisa untuk 720 orang.
I: Idem bahkan jika listrik mati dan UPS sudah tidak berkerja lagi, alat ini tetap dapat berfungsi menggunakan batere.

10). Q: Mengapa tidak dibuat aplikasi yang berbasis HW (untuk eVoting BPPT)?
B: Pengalaman dari India yang mengunakan e-vote berbasis HW dimana diperlukan ruangan penyimpan peralatan untuk dipergunakan pada pemilu berikutnya. Jadi e-vote berbasis HW akan sulit dalam hal (1) distribusi (2) penyimpanan (3) pemeliharaan (Info dari ketua KPU Indonesia)

Q: Mengapa tidak dibuat aplikasi yang berbasis SW (untuk eVoting IAITB-ITB)?
B: Karena jika berbasis piranti lunak maka akan lebih banyak celah-celah yang dapat digunakan untuk memanipulasi data, baik karena kegagalan sistem maupun manual. Berbasis piranti lunak (SW) akan lebih rentan dibanding berbasis piranti keras (HW) dalam beberapa hal.

11) Q: Apa titik kritikal dari sistem ini ?
B: Titik kritikal terjadi apabila pemilih setelah memilih tidak memasukan kertas hasil printer kedalam kotak atau memasukan kertas lain kedalam kotak, sehingga akan terjadi selisih jumlah pemilih antara kotak dan komputer (dalam hal kotak suara dihitung karena untuk suatu keperluan)
I: Idem.

12). Q:Bagaimana antisipasi hal diatas (poin 11) ?
B: Kertas printer akan dibuat dengan logo berwarna serta pengawas benar2 mengawasi bahwa setiap pemilih memasukan kertas kedalam kotak suara
I: Idem

13). Q: Titik kritikal lainnya ?
B: Jumlah pemilih yang sudah ter-register tidak sama dengan jumlah pemilih maka untuk mengantisipasinya setiap pemilih yang sudah teregister tidak bisa keluar dari ruangan
I: Idem

14). Q: Apakah sistem ini mengakomodasi Golput ? atau pemilih tidak menentukan calonnya
B: Sistem ini dapat mengakomodasi Golput sehingga tergantung kepada aturan yang diterapkan
I: Idem

15). Q: Mengapa memilih sistem berbasis S/W?
B: (Sedang dikonfirmasi ke BPPT)
Q:Mengapa memilih sistem embedded?
I: + Reliable
+ Konsumsi Listrik rendah sehingga bisa dicatu oleh batere kecil.
+ Tidak perlu khawatir dengan virus dan trojan karena program yang dijalankan sudah fix yang ada dalam EEPROM bukan berupa operating system yang terbuka.
+ Harganya lebih murah, perangkat board utamanya saja sudah lebih murah dibanding motherboard PC.
+ Program sangat stabil dan tidak akan berubah, tidak seperti PC yang rentan terhadap pasokan listrik ataupun defrag data pada hardisk.
+ Alat ini dapat mengirimkan hasil pemilihan kepusat data mesin-mesin (m-to-m) tanpa melibatkan operator (tidak perlu ada kekhawatiran dimanipulasi oleh petugas). Data dipusat dapat dibandingkan dengan data lokal pada mesin evoting.

16). Q: Apakah sistem ini dapat digunakan untuk Remote Voting, SMS maupun Web?
B: (Sedang dikonfirmasi ke BPPT)
I: Sistem ini sangat mudah jika ingin dilengkapi untuk mengakomodir sistem remote voting baik SMS maupun website (intenet) dan dijamin akan tetap secure.

Written by Adhi Rachdian

2 November 2011 at 16:54

Mimpi yang Indah!

leave a comment »

Sesaat kumerenung…

Ternyata tidak hanya anggota dewan atau pejabat, pak Kadespun lebih suka dan fasih berbicara tentang proyek, anggaran, DIP dkknya yang tujuan akhirnya adalah komisi (atau lebih jauh lagi penyunatan anggaran proyek) dibanding ttg budidaya bebek, pengembangan varitas tanaman,dsj.

All about the instant money

Dengan nilai-nilai yang kita anut ini, mungkinkah 50 tahun kedepan Indonesia dapat bangkit apalagi mengejar ketertinggalan?

Kebangkitan nasional rasanya hanya sebuah klise dan harapan yang semakin jauh dari kenyataan.

Jam menunjukkan pukul 23:05 waktunya untuk beristirahat dan kembali berharap segera terbangun dari mimpi buruk ini keesokan harinya.

Semoga Indonesia bisa lebih baik dimasa mendatang walaupun entah kapan.

Andaikan masa itu adalah hari esok yang penuh dengan harapan, jayalah Indonesiaku untuk anak-cucu kita.

Selamat malam semuanya, selamat beristirahat dan mimpi dengan indah…

Bandung, 21 Juli 2011

Written by Adhi Rachdian

21 Juli 2011 at 22:44

Ditulis dalam Mind and Soul, Minutes of Living

Dikaitkatakan dengan , , , ,

Ketika Sirine Ambulans Meraung…

leave a comment »

Ketika mobil ambulans membunyikan sirinenya dan bergegas menuju sebuah RS, lazimnya kota2 di Indonesia hanya sedikit pengendara yang peduli, sebagian besar bahkan tidak peduli. Tidak ada keinginan membantu mengosongkan jalanan, rasa ingin meminggirkan kendaraannya sendiri agar tidak menghalagi jalur lintas ambulans saja tidak pernah terpikirkan.

Jika saja kendaraan yang membunyikan sirine adalah patwal yang mengawal pejabat, dengan sigap pengendara meminggirkan kendaraannya. Yang pasti bukan rasa empati apalagi rasa ingin menghormati sang pejabat tapi rasa takut dengan sang pembuka jalan. Hal yang sama jika yang membunyikan sirine adalah iring2an konvoi komunitas, motor gede dll.

Padahal secara logika paling sederhana, kita pasti tahu keperluan ambulans sudah pasti berkaitan dengan masalah kemanusiaan bahkan seringkali untuk urusan nyawa seseorang. Sedangkan pejabat yang akan lewat tidak jarang hanya untuk kepentingan keperluan keluarga atau bahkan lebih parah, untuk keperluan rapat dinas/gelap untuk menaikan anggaran agar calo2 bisa mendapat “jatah lebih”.

Ditambah persoalan tipikal lalu-lintas dinegara kita, lengkaplah sudah kegentingan dan saat-saat kritis pasirn didalam ambulans tsb.

Kalau kita renungkan bersama…

Inikah cerminan masyarakat yang mengaku masyarakat berpancasila yang penuh toleransi dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan peradaban?

Saya hanya berharap, ambulans tersebut dapat segera sampai ke tujuan dan pasien didalamnya siapapun itu secepatnya mendapat pertolongan yang seharusnya.

Bagi anda “pengendara yang cuek” berharaplah didalam ambulans tersebut bukan anggota keluarga yang anda cintai.

Sekedar menjadi bahan perenungan agar hidup dapat lebih berarti bagi orang lain dari hal yang “menurut kita sepele” tetapi urusan hidup atau mati (bagi orang lain tanpa kita sadari atau tidak), jangan tunda untuk segera memberikan jalan bagi ambulans dibelakang anda.

Bandung, 26 Juni 2011

20110626-165843.jpg

Written by Adhi Rachdian

26 Juni 2011 at 17:00

Tumblr!

leave a comment »

Tumblr is amazing, we can posting more than only plain text. It provides text, photo, quote, link, chat, audio & video (multimedia) in seconds and then share it.

This is my first posting from iPhone tumblr application, easy, fun and quick. But if you have problem about bandwidth and data traffict quota, it’s hard to enjoy it.

Yes Tumblr! You have to register and use it! Just another amazing social network.

And dont forget to make a connection with mine, rachdian.tumblr.com

@dH1

20110621-080422.jpg
Source: Tumblr of Rachdian

Written by Adhi Rachdian

21 Juni 2011 at 08:05

SocNet for Kids

leave a comment »

Setelah mengantar anak-anak siang tadi ke Bandung Indah Plaza (BIP), tersadar perlunya mendokumentasikan perjalanan hidup mereka sejak awal.

Dokumentasi berupa foto dan cerita hidup yang merupakan bagian dari jejaring sosial kami sebagai orangtuanya seakan banyak ketidaksesuaian dan konflik kepentingan dengan irisan pertemanan/jaringan yang bukan seharusnya (konten dewasa).

Akhirnya, td sore saya buatkan account facebook dan juga blog (wordpress.com) yang saling bertautan dengan twitter mereka yang memang sudah lama dibuat. WordPress dipilih karena pertimbangan update yang mudah dan mobilitas tinggi karena ketersediaan fitur wordpress di BB, iPhone maupun Android.

Adapun blog mereka adalah My Princess Blog untuk kakak Aqila dan My Boy untuk adek Raihan.

Semoga blog tersebut selain menjadi media dokumentasi kami, juga dapat digunakan sebagai ajang berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai anak.

[posted from my iPhone4]

Written by Adhi Rachdian

13 Juni 2011 at 00:24

Kaffah atau Latah?

leave a comment »

Ngapain juga repot-repot membela Muhammad SAW?

Apakah memang sudah pada tahapan untuk mendalami islam secara kaffah atau sekedar latah?

Terlintas sedemikian spontan ketika ku ingin menulis sesuatu, walaupun agak sedikit lama untuk berpikir mencari judul yang pantas buat tulisanku kali ini.

Ah… sudahlah… daripada copy-paste mendingan lihat saja ke sumber aslinya di http://filsafat.kompasiana.com/2011/02/15/ngapain-juga-repot-repot-membela-muhammad-saw/

Written by Adhi Rachdian

15 Februari 2011 at 22:08

Ditulis dalam Mind and Soul, Minutes of Living

Dikaitkatakan dengan , ,

Proses Pembelajaran…

with one comment

Proses pembelajaran yg paling sulit sekaligus mengasikkan menurutku adalah menyeimbangkan antara pekerjaan/karir, membina keluarga, beribadah, melakukan hobi, bersosialisasi, membantu orang lain dan mengembangkan diri.

Membuat porsi yg adil buat semua aspek tsb merupakan seni tersendiri dalam hidup.

Alhamdulillah ya Rob… Engkau memberikan kehidupan yang indah ini…

[Toilet, 08:26 Feb 1st 2011]

[Posted by @dH1 with WordPress for BlackBerry]

Written by Adhi Rachdian

1 Februari 2011 at 08:28

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.